Showing posts with label Galau. Show all posts
Showing posts with label Galau. Show all posts

Tuesday, May 1, 2012

Jangan Galau karena Rasa

Posted by » Nabila Sumargono at Tuesday, May 01, 2012 1 Comments
Ada kalanya manusia mengalami kekaguman terhadap lawan jenis. Adalah hal yang manusiawi. Tetapi BAGAIMANA CARA MENYIKAPINYA adalah hal terpenting. Bagaimana menjaga hati untuk orang yang BELUM HALAL untuk kita.



Tak mudah menghilangkan "rasa" karena kita manusia biasa yang dianugerahi "rasa" itu, tetapi bukankah semestinya kita TIDAK MENDEWAKAN "rasa" itu?

Jatuh cinta, kagum, atau sejenisnya itu manusiawi, tapi jangan lantas hal manusiawi itu dihiperboliskan begitu saja.

"Pasangan tulang rusuk manusia tidak akan tertukar bukan?"

Thursday, March 1, 2012

Surat untuk Fred

Posted by » Nabila Sumargono at Thursday, March 01, 2012 0 Comments


Dear Fred,
Hari ini aku baru saja membuka kotak suratku, membersihkannya dari surat-surat yang tidak perlu kusimpan lagi, membuang sampah-sampah yang mungkin terselip di sana. Lalu aku menemukan surat-suratmu. Surat penuh kenangan, penuh cerita. Surat yang kamu kirimkan kepadaku ketika SMA.

Tuesday, February 14, 2012

Sampai Jumpa Ujian!!

Posted by » Nabila Sumargono at Tuesday, February 14, 2012 0 Comments
Wow, finally UAS semester ini berakhir juga. Ditutup dengan tragis oleh ujian Cost Accounting yang bikin mules. Maunya sih kita kayang rame-rame di Lapangan A, selebrasi cyiin. Apa daya temen-temen pada galau semua. Mereka bilang mereka ga bisa ngerjain! Sama, aku juga ga terlalu bisa ngerjain! Beneran. Yah, ini pada histeris sendiri-sendiri. Gagal kayang.
“Aduh, piye iki ujianku????”
“An*** lah, gue nyalin soal doang!”





Di jalan, aku ketemu Dani Feb. Mukanya kusut banget, tambah kusut setelah gagal dapet tumpangan motor Edi yang ga denger dipanggil-panggil.

Tuesday, November 1, 2011

Catatan Seorang Underachiever

Posted by » Nabila Sumargono at Tuesday, November 01, 2011 0 Comments
Rasanya baru kemarin sore aku menggalau karena IPK tingkat 1 nggak muncul-muncul. Memang hanya rasanya, karena sekarang sudah minggu keenam kuliah tahap 1 Semester 3. Masya Alloh. Tiga-dua minggu lagi UTS loh!  Waktu memang begitu cepat berlalu.
Oya, dulu pas tingkat 1, kata kakak-kakak tingkat, mata kuliah di tingkat 2 yang lumayan bikin teler salah satunya Akuntansi Biaya. Nah, sekarang aku kan udah tingkat 2 nih. Aku ceritain ya, waktu awal-awal ngikutin mata kuliah ini, alhamdulillah aku bisa ngikutin. Karena masih teori-teori. Nah, sejak minggu keempat, aku mulai panik karena emang bener, kalo kita miss sedikit aja, putus di tengah jalan, materi-materi ke belakang jadi nggak ngerti. Dan kayaknya sekarang aku berada di sana, di titik dimana aku nge-blank.
google

Saturday, October 8, 2011

Kampanye Ala Kadarnya

Posted by » Nabila Sumargono at Saturday, October 08, 2011 0 Comments
Oke, temen-temen, masih dalam suasana malam minggu yang mengharu biru #apadeh. Malam ini aku ganti foto profil loh. Aku ganti dengan gambar segelas air. Jernih banget airnya.
Sedikit cerita, aku suka air. Alasannya mungkin sama dengan semua orang, air itu membantu kita di kehidupan. Buat minum, buat mandi, buat nyuci, deskripsinya kurang lebih sama lah. I love many things about water. Gelembung air, embun, hujan.
Embun, kalau pagi-pagi kamu keluar, kamu pasti, eh insya Alloh, bakal nemuin embun di mana-mana.
Hujan. Pas lagi hujan, enak banget suasananya, momentnya cocok buat istirahat. Ngga enaknya kalo pas lagi di luar, atau pas lagi pengen keluar. Tapi hujan tuh menunjukkan kepasrahan. Maksudnya gini, hujan, walaupun lagi musimnya, kalo ngga ditakdirkan turun, ya ngga bakal turun. Tuh, hujan aja bisa pasrah. Kita juga cuma bisa pasrah nungguin hujan, ngeliatin hujan atau pasrah kehujanan.
Aku seneng banget kalau dengar suara gelembung air yang biasanya muncul pas lagi nuangin air. Klutuk klutuk klutuk.. gitu. Lebih seneng lagi kalau bisa liat gelembungnya. Suara air di keran, sungai, air terjun, wah rasanya nyess, adem di hati. Mungkin itu sedikit banyak disebabkan  kelegaan karena masih bisa punya air bersih. Atau bisa juga karena ya, menganggap air itu kehidupan, lebay, eh tapi bukan sirik.
 
Sebenarnya pemilihan gambar untuk foto profil itu ada misinya juga. Kalian tau kan kalau saat ini kita lagi ngalamin masa-masa yang sedikit sulit. Air bersih mulai kritis keberadaannya. Saat dunia membutuhkan, ia menghilang… (Hayah, hari gini masih ngomongin Avatar). Alhamdulillah di rumah air masih lancar, ngga ada kabar kesulitan air dari kampung halaman. Di kosku air tetap lancar juga, alhamdulillah. Padahal jarak seratus dua ratus meter sudah banyak tetangga yang mulai kesulitan air bersih. 

Bisa ngebayangin ngga sih kalau ngga ada air? Haus karena ngga bisa minum, panas dan gerah karena mandi cuma sehari atau seminggu sekali, kepala gatel karena ngga bisa sampoan,dan nyuci! Parah lagi tanpa air, kayaknya sulit banget menjaga kesucian, betul. Selama ini masalah kesucian kan kita mengandalkan air. Haduuh.. ini disebabkan kemarau yang mampir ngga kira-kira. Hujan ngga dikasih lewat! Padahal aku rindu loh suara hujan dan bau tanah yang abis kena hujan.

Ngomong-ngomong, air sekarang bukan barang bebas kan ya? Sekarang air adalah barang ekonomi. PDAM, pabrik-pabrik air minum dalam kemasan juga rata-rata “mengambil keuntungan” dari alam. Beli a*ua lima ratus perak aja cuma dapet segelas. Padahal kebutuhan air untuk tubuh kita minimal 8 gelas perhari kan. Itu cuma buat minum aja. Belum mandi dan nyuci yang jelas-jelas butuh buanyak air untuk menjaga kebersihan dan kesucian.


Trus kita musti ngapain nih? Hemat air! Kalau kamu punya kebiasaan ninggalin keran air terbuka pas lagi sikat gigi atau cuci muka di wastafel, sebaiknya hilangkan deh kebiasaan itu. Lumayan airnya kalo dikumpulin. Trus, biasakan juga menghabiskan minuman yang ada dalam gelas. Pengalaman nih, dulu suka boros air. Aku ambil air minum yang banyak di gelas, sampai hampir penuh, tapi ngga aku abisin. Eeh, sama ibu dibuang. Kan airnya uda kecampur sama debu , kotor, kata ibu. Sedikit-sedikit sih kayaknya biasa aja, tapi efeknya baru kerasa pas lagi ngga punya air minum, nyesel pernah buang air minum. Aku bisa ngomong seperti itu karena aku juga dulu pernah melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk itu.
Selain itu apa lagi nih yang harus kita lakuin? Kasih saran dong! Pokoknya Selamatkan Air di Indonesia! Di dunia juga deh!

Wednesday, August 17, 2011

Playlist

Posted by » Nabila Sumargono at Wednesday, August 17, 2011 0 Comments
Siang tadi, masih dalam suasana hatiku yang buruk. Aku membantu ibu memetik kangkung di dapur. Ibu kemudian memutar musik dari ponselnya. Aku mendengarkan lagu tersebut, tapi tidak mengenal lagu apa dan siapa penyanyinya.
“Bu, ini lagu apa sih?” tanyaku.
Masih sambil memetik kangkung, kata ibu, “Harusnya Memilih Aku,”
“Yang nyanyi siapa?”
“Tere,”
Aku hanya ber-ooh saja. Begitu selesai, lagu lain diputar. Kembali aku tidak mengenal lagu tersebut dan kutanyakan lagi pada ibu. Ada lagunya Afgan, Lagunya Ungu featuring Andien.
“Ini kan soundtrack film, fa,” kata ibu lagi.
“Film apa?”
“Filmnya Ungu,”
Aku merasa jenuh mendengar lagu-lagu yang ibu putar. ingin sekali rasanya kuputar lagu-lagu Genesis dan Phil Collins. Lantas tanpa kupikir, aku berujar, “Ufa ngga suka lagu-lagu ini,”
Ibu pun berhenti. Terhenyak. Aku lantas merasa menyesal telah berkata seperti itu pada ibu. Tapi sejurus kemudian ibu tetap melanjutkan aktivitasnya. “Ah, ibu suka kok. Lagian lagu-lagu yang masuk playlist ibu kan udah melewati …emm,”
“Seleksi?” sambungku.
Ibu mengangguk.
Aku ikut mengangguk.
“Ufa ngga update sih bu, sama lagu-lagu Indonesia.” kataku, sedikit pembelaan—lebih tepatnya.
“Kamu di sana sibuk ya, Mbak?”
“Engga juga sih, masih tetep bisa nonton tivi kok. Ngga suka aja, bu. Phil Collins aja uda banyak banget. Uda cukuplah buat lahan, heheheh,” ujarku.
Ibu sepertinya mengerti kalau aku tidak menyukai lagu-lagu yang diputar. Beliau mematikannya.
Aku berhenti membersihkan ikan ditanganku, lalu berpikir. Sepertinya aku terlalu kasar tadi. Sebenarnya tidak apa-apa juga kan kalau aku ikut mendengarkan musik favorit ibu, walau tidak suka. Toh, ibu juga ikut mendengarkan lagu-lagu Phil Collins kala aku memutarnya. Walaupun tidak suka, setidaknya aku harus berusaha menerimanya.
Ya, lain kali aku akan menghormati kesukaan orang lain. Maaf ya, bu!

SK, 17 Agustus 2011
“On bended knee”

Catatan Galau #2

Posted by » Nabila Sumargono at Wednesday, August 17, 2011 1 Comments
Hari ini mendung. Sebenarnya bukan cuaca yang mendung melainkan suasana hatiku hari ini. Aku sendiri heran, kenapa bisa begini, padahal kamu tau kan, aku jarang banget mengalami bad mood seperti ini.
Ah, entahlah! Barangkali akumulasi dari kejenuhanku selama sepuluh hari liburan. Sepuluh hari man! Aku nganggur, ngga ada kerjaan. Masih ditambah galau memikirkan IP. Ah galau galau galau!
Aku sudah tidak semangat sejak bangun tidur. Beres-beres rumah, bapak malah mengomentari pekerjaanku. Aku diam saja. Tapi bungkamku malah membuatku dibanding-bandingkan dengan Ifa!
Ah, Ifa! Wajarlah! Adikku itu memang gadis dengan segudang prestasi, sementara aku? Ordinary girl with ordinary ability and ordinary hopes. Aaarghh..
Semakin aku putus asa ketika aku menonton upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia dari tivi. Aku menuliskan apa yang kupikirkan tentang tujuhbelasan itu. Saat kubaca tulisanku, aku tidak menemukan passion yang biasa keluar ketika aku menulis. Ketika kumeresapi makna perjuangan kemerdekaan, aku menyadari betapa lemah daya juangku. Aku tak banyak berjuang. Aku tak banyak berusaha. Aku tenggelam dalam rasa malas, pesimis, negative feeling, entahlah. Aku ini ikan besar di kolam kecil, padahal lautan begitu luas membentang di sana.
Aku mengeluh, mengeluh, aku mengeluh. Daripada memubadzirkan waktu, kubaca ayat-ayat Quran untuk menghilangkan kesusahanku. Satu juz satu dudukan, aku baru sadar, bacaanku tadi sepertinya bukan untuk mencari wajah Tuhan, tapi lari dari masalah! Yah, mudah-mudahan saja Allah mau menerima bacaan Quranku tadi.
Sungguh aku ingin keluar dari kegundahan yang menggelayuti pikiranku. Aku ingin jadi manusia baru. Manusia yang berguna, manusia yang baik. Manusia yang..ideal? Yah pokoknya aku ingin menghilangkan semua hal negatif dari diriku. Aku ingin keluar dari pikiran buruk yang menjebakku. Aku ingin bebaaaaasss!

SK, 17-08-11
Ikan besar di kolam kecil
12:18

Catatan Galau

Posted by » Nabila Sumargono at Wednesday, August 17, 2011 0 Comments
“Mw bikin galau yg lagi asik liburan ah… Kira2 kapan ya pengumuman ip? gak ada kepastian nilai ni… ada yang lagi cenat-cenut gk ni…hehe” 
Begitu postingan seorang teman dalam grup kelas di Facebook. Wah, minta dibata dia.

Aku jadi memikirkan bagaimana kira-kira IP-ku nanti. Apakah nanti hasilnya akan baik atau baik, entahlah, aku sama sekali tidak bisa memprediksi kira-kira berapa angka yang keluar. Ini jelas berkaitan dengan prestasi belajarku. Aku menyadari, semester ini aku tidak berusaha dengan maksimal. Aku mengakui bahwa aku kurang belajar, kurang berusaha memahami pelajaran, terkantuk saat kuliah, dan menyerah begitu saja ketika ada hal yang tidak kupahami.

Parahnya lagi, aku dikuasai rasa malas. Bukan hanya urusan kuliah, bahkan aku pun mulai malas mendatangi mesjid, malas mendatangi pengajian ba’da subuh, atau sekadar solat berjamaah. Malas, tak bersemangat, tak ada keinginan sama sekali untuk berkembang.

Satu semester, selama itulah aku terjebak dalam penyakit ini. Sungguh dalam masa itu aku menyadari ada yang salah dalam diriku. Masalahnya aku pun tak memiliki semangat untuk merubah hidupku yang kacau itu.
Kalau ditanya apa aku galau, ya iyalah, jelas aku galau. Ini kan erat kaitannya dengan hidupku. Aku baru menyesal tatkala kusadari, betapa satu semester yang kusia-siakan itu sungguh akan sangat berpengaruh. Tentu saja karena pada kasus ini IP-ku sangat berpengaruh pada kelanjutan studiku. Itu-yang-tidak-boleh-disebut-namanya benar-benar menakut-nakutiku, kuakui. Yah, rasanya seperti kehilangan masa muda saja dihantui hal seperti itu.

IP? Entahlah. Tak henti-henti aku meminta belas kasih Allah agar IP-ku tidak terjun bebas. Walaupun aku telah mengutarakan hal ini pada Ibu dan Bapak, setidaknya mereka tidak akan terlalu kecewa apabila IPku hanya turun sedikit, atau minimal seperti semester lalu lah. Masalahnya aku teramat yakin IPku akan turun! Pikiran inilah yang tidak bisa dibiarkan, aku butuh bantuan untuk melawannya!

Walau begitu aku tetap optimis!! Proceed! Aku berusaha meyakinkan diriku dan membangun pikiran positif, aku akan menyelesaikan studiku tepat waktu, tiga tahun. Akan kujalani semester tiga, empat, lima dan enam, dilanjutkan yudisium dan wisuda kelak, seperti rencana hidupku. Ayolah, aku pasti bisa melewatinya, insya Allah! Bisa! Bisa! Bisa!

SK, 16-08-11
13.58
 

IncrediBila Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review